Kirei Isekai | Anime Japan INDONESIA DARURAT KEBAKARAN HUTAN (OPINI)

INDONESIA DARURAT KEBAKARAN HUTAN (OPINI)

Kebakaran Hutan di Indonesia


 


Saat ini negeri kita tengah menghadapi sebuah permasalahan yang rumit, yaitu banyaknya hutan terbakarnya. Kebakaran hutan di sebagian wilayah Indonsesia menyebabkan masalah kabut asap. Kabut asap memenuhi sebagian besar udara di beberapa kota besar, sepertu Riau, Jambi, Palembang dan sebagian kota di Pulau kalimantan. Bahkan kabut asap itu telah sampai ke negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Munculnya kabut asap disekitar wilayah tersebut biasanya karena adanya campur tangan manusia di dalamnya, walaupun tak jarang ada juga kabut asap yang berasal dari fenomena alam. Penyebab kabut asap berikutnya adalah disebabkan oleh kebakaran hutan. Ya, kebarakan hutan bisa terjadi karena adanya suhu tinggu dari gelombang panas atau karena ulah manusia. Asap dari pepohonan yang terbakar dapat membentuk kabut asap tebal. Terbakarnya hutan ini menimbulkan berbagai macam polemik yang tak kunjung usai. Salah satunya masalah akibat terbakarnya hutan di Indonesia adalah kabut asap. Kabut asap yang menyelimuti seluruh kota mengurangi jarak pandang warga. Kabut asap adalah jenis polusi udara yang dihasilkan dari campuran beberapa gas dan partikel yang bereaksi dengan sinar matahari. Beberapa gas yang terlibat dalam proses ini diantaranya : karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), Nitrogen dioksida (NO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon. Dampak yang kita dapatkan dari kabut asap terhadap kesehatan yang perlu kita waspadai seperti : batuk dan iritasi tenggorokan, mata merah, sulit bernapas, memperburuk gejala penyakit asma, dan mempengaruhi fungsi kerja jantung dan paru-paru. Dan penyakit yang paling parah yang disebabkan oleh kabut asap adalah penyakit ISPA. Penyakit ISPA atau disebut dengan penyakit inpeksi saluran pernapasan akut disebabkan oleh virus dan bakteri yang menyerang daya tahan tubuh manusia akibat lingkungan yang kurang sehat. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia di tahun 2019 ini sepertinya tak kunjung padam dan dampaknya kian meluas. Hingga begitu banyak bertebaran foto – foto yang jadi viral tentang kondisi parahnya kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Kalimantan dan Sumatra. Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) menyatakan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dalam kurun Januari hingga awal September 2019 tercatat mencapai luas 328.724 hektare (Ha). Dari tiga ratus ribu hectare lebih luas kebakaran hutan, 27 persennya adalah lahan gambut dan sisanya adalah tanah mineral. Ini artinya, jika dibandingkan dengan lapangan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta yang luasnya 80 Ha, area karhutla itu kira-kira sudah 4.100 kali lipat lebih besar. Selain itu, Karhutla Monitoring System, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga mendata dari 34 provinsi di Indonesia, hanya ada dua provinsi yang bebas dari kebakaran hutan tahun ini, Banten dan DKI Jakarta. Selain data dari BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan data terkait kabut asap di Sumatra dan Kalimantan. Until di Kalimantan, asap terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Terpantau pula asap di semenanjung Malaysia, Sarawak Malaysia, dan Singapura. Sementara itu, arah angina di Sumatera dan Kalimantan umumnya berhembus Tenggara- Barat Daya ke Barat Laut-Timer Laut.

by :Nadira Humaira

Posting Komentar

0 Komentar