Kirei Isekai | Anime Japan Corona Virus Disease semakin menjadi-jadi, gejala dan penanganan

Corona Virus Disease semakin menjadi-jadi, gejala dan penanganan

COVID-19

Covid-19 (corona virus disease) atau biasa kita sebut corona ini merupakan suatu bencana yang bersifat non alam yang mengusik kenyamanan dan keamanan kita dalam berbagai hal di kehidupan kita sekarang ini. Kita bertanya tanya darimana sih asal muasal virus ini? Yang kita tahu virus ini berasal dari china, Sebenarnya virus ini sudah pernah ada mulai tahun 2018 namun virus ini hanya menginfeksi hewan seperti babi, unggas, kelelawar, dan ular. Bill gates pernah memberikan peringatan bahwa virus ini berbahaya terutama pada pasar-pasar yang menjual bahan-bahan makanan hewan yang tak lazim (kelelawar, kodok, kucing, danlainnya) terutama pasar di Wuhan China. Namun pemerintah China pada saat itu membalas perkataan Bill Gates bahwa virus ini hanya menginfeksi sesama hewan saja. Dideteksi terdapat penjual dan pembeli di pasar wuhan yang terinfeksi dan akhirnya pada bulan Desember pasar Wuhan ditutup sampai akhirnya Wuhan di lockdown setelah itulah resmi diumumkan corona virus ini bias menginfeksi manusia.



        Corona ini merupakan suatu virus kita tahu virus  memiliki tingkat penularan dan penyebaran yang relative tinggi atau mudah menyebar bisa melalui sentuhan berantai, air dan lainnya. Hingga saat ini berdasarkan data dari BNPB(badan nasional penanggulangan bencana) di Indonesia terdapat 4557 orang yang dinyatakan positif covid-19. Dari 4557 yang dinyatakan sembuh 380 orang dan yang meninggal 399. Angka ini menunjukkan angka kematian lebih tinggi dibandingkan yang sembuh membuat kita harus waswas akan virus ini. Di tambah lagi belum banyak rumah sakit yang bisa menfasilitasi psien yang terinfeksi virus ini. Covid-19 tak mengenal usia virus ini menyerang mulai dari anak-anak hingga orang tua. Memang kemungkinan untuk anak anak dan yang muda selamat lebih besar dibandingkan orang tua karena sistem imun yang muda lebih kuat bukan berarti mereka bisa bersenang-senang tak mempedulikan keadan sekitar. Orang yang terinfeksi virus ini menimbulkan gejala batuk, demam yang tak kunjung turun, sesak nafas hebat.

Disaat banyak negara banyak melakukan lock down karena lockdown hanya bisa dikeluarkan oleh pemerintahan pusat presiden Jokowi masih melarang melakukan lockdown di Indonesia karena berbagai alasan. Namun pak Presiden menghimbau untuk melakukan isolasi dengan melakukan segala sesuatu yang produktif dirumah saja. Pendidikan di Indonesia juga sudah berubah arahnya menjadi daring melalui internet. Dengan himbauan dirumah saja ini sangat berdampak besar dalam mengurangi resiko penularan dengan menjaga jarak social yang membuat kita tidak berkontak langsung dengan orang-orang yang mungkin terinfeksi maupun benda-benda yang disentuh oleh orang yang terinfeksi. Selain itu memakai masker, membersihkan tangan selalu sehabis dan sebelum melakukan aktifitas juga dapat mengurangi penyebaran, intinya kita harus selalu menjaga kebersihan didekat kita. Himbauan ini harusnya menjadi sesuatu yang harus kita ikuti namun kita lihat di Aceh ini masih banyak mereka-mereka dari pemuda hingga lanjut usia masih banyak yang menghabiskan waktu di Warkop (warung kopi). Hal ini menjadi salah satu hal yang disayangkan padahal sosialisasi akan bahayanya covid-19 ini sudah diluncurkan oleh berbagai pihak terutama pemerintah bahkan BNPB. Untuk sekarang hal yang perlu kita lakukan adalah menunggu dengan tenang melakukan kegiatan yang produktif di rumah hingga virus ini hilang. Memang hal ini sebagian membebani kita membuat kita terbatasi tak bisa bebas bergerak. Hal itu semua dilakukan demi mengurangi resiko akan wabah covid-19 ini. Covid-19 ini pandemic yang bersifat non alam yang tidak menyebabkan kerusakan pada infrastruktur bangunan dan kosntruksi. Namun beberapa orang harus menerima rehabilitasi akan akibat dari virus ini. Banyak mereka yang kehilangan sanak saudara, teman akibat virus ini.

                                                                                                                                                                                                                            By : M Farhan Anfasa


Posting Komentar

0 Komentar